UNPAD OPEN REPOSITORY

Perilaku Aktivitas Tanah Untuk Mendukung Infrastruktur Di Majalengka Dan Sekitarnya

Zufialdi Zakaria, (2012) Perilaku Aktivitas Tanah Untuk Mendukung Infrastruktur Di Majalengka Dan Sekitarnya. Abstrak.

[img] Text (Fulltext)
pustaka_unpad_perilaku_aktivitas_tanah_untuk_menduk.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (889kB)

Abstract

Pengembangan fisik wilayah akan selalu berhubungan dengan kajian infrastruktur. Rencana dibangunnya Bandara Internasional di Kertajati, akan memunculkan kajian terhadap i nfrastruktur yang berkaitan dengan fasilitas umum, yang mendukung sistem Bandara Internasional Jawa Barat. Termasuk kajian infrastruktur, adalah fondasi untuk bangunan, jalan, jembatan, gedung, bendungan, dan lain- lain, juga lereng yang merupakan hasil dari desain lereng. Penelitian ini membahas perilaku aktivitas tanah lempung plastisitas tinggi (CH) terhadap Faktor keamanan lereng dan dayadukung tanah. Faktor Keamanan lereng diwakili nilai FS (Factor of Safety) dengan sudut lereng yang ditentukan, sehingga diketahui hubungan peningkatan aktivitas tanah (A) dengan penurunan nilai faktor keamanan lereng (FS). Dayadukung tanah diwakili oleh nilai qa (dayadukung tanah yang diijinkan) untuk fondasi jenis segiempat dan lingkaran, sehingga diketahui hubungan penurunan dayadukung tanah yang sejalan dengan peningkatan nilai aktivitas tanah. Penelitian diharapkan dapat di kembangkan, untuk memudahkan perkiraan Faktor Keamanan lereng maupun perki raan dayadukung tanah dengan mengkaji angka aktivitasnya sebagai indikator awal. Hubungan antara nilai daya dukung tanah (qa) yang diijinkan untuk fondasi dangkal bentuk segiempat dengan angka Aktivitas A (cara Skempton, dan Seed) memperlihatkan persamaan qa = 7,89890 A(-1,01759) hubungan negatif dengan koefisien korelas R= - 0.754, dan qa = 8,81669 A(-0,83957) hubungan negatif dengan koefisien korelas R= - 0.722. Hubungan antara nilai daya dukung tanah (qa) yang diijinkan untuk fondasi dangkal bentuk lingkaran dengan angka Aktivitas A (cara Skempton dan Seed) memperlihatkan persamaan qa = 7,80513 A(-1,06644) hubungan negatif dengan koefisien korelasi R= - 0.780, dan qa = 8,77028 A(-0,88473) hubungan negatif dengan koefisien korelasi R= - 0.722, hal tersebut mengindikasikan bahwa dayadukung tanah menurun sejalan dengan peningkatan nilai aktivitas tanah. Hubungan antara Faktor Keamanan (FS) sudut lereng 15o dengan angka Aktivitas A memperlihatkan persamaan FS=1,517 A -0,79 dengan R2 = 0,625; Hubungan antara Faktor Keamanan (FS) sudut lereng 30o dengan angka Aktivitas A memperlihatkan persamaan FS=1,721 A -0,78 dengan R2 = 0,64. Penanganan tanah ekspansif dapat melalui soil improvement. Terhadap rencana infrastuktur fondasi maupun lereng, diperlukan desain yang aman sesuai dengan penilaian dayadukung tanah dan Faktor Keamanan lereng, agar terhindar dari kegagalan desain. Physical development of the region will always be associated with infrastructure studies. Construction plans in Kertajati International Airport, will bring the study of the infrastructure related to public facilities, which supports the international airport in West Java. Including a study of infrastructures are the foundation for buildings, roads, bridges, buildings, dams, etc., also the slope which is the result of slope stability design. This study discusses the behavior of the activity of high plasticity clay (CH) toward safety factor of slope and soil bearing capacity. Safety factor of slope is represented by value of FS (Factor of Safety) with a specified slope angle, so the increasing soil activity (A) is known relationship with a decrease in the value of the slope safety factor (FS). Soil bearing capacity is represented by the value of qa (allowable soil bearing capacity) for square and circular foundation type, so that the relationship of soil bearing capacity is decreasing with increasing value of soil activity. The study is expected to be developed, to facilitate the safety factor is the estimated slope and soil bearing capacity estimated by examining the number of activity as an early indicator. The relationship between the allowable soil bearing capacity (qa) for shallow foundations (of a square type) with soil activity (Skempton, and Seed) shows the equation qa = 7.89890 A (-1.01759) a negative relationship with correlation coefficient R = - 0754, and qa = 8.81669 A (-0.83957) a negative relationship with correlation coefficient R = - 0722. The relationship between the allowable soil bearing capacity (qa) for shallow foundation (of a circular type) with soil activity (Skempton, and Seed) shows the equation qa = 7.80513 A (-1.06644) a negative relationship with correlation coefficient R = - 0780, and qa = 8.77028 A (-0.88473) a negative relationship with correlation coefficient R = - 0722, it indicates that bearing capacity land values decline with increasing soil activity. The relationship between the security factor (FS) with 15o slope angle A activity figures show the equation FS = 1.517 A -0.79 with R 2 = 0.625; The relationship between the safety factor (FS) with 30o slope angle A activity figures show the equation FS = 1.721 A - 0.78 with R 2 = 0.64. Handling of expansive soil can be through soil improvement. To planning the foundation and slope infrastructures, is required safe design in accordance with assessment of soil bearing capacity and Factor of Safety (FS) of slopes, in order to avoid design failure.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Angka aktivitas, dayadukung tanah, fondasi, faktor keamanan, activity rate, bearing capacity land, foundations, the safety factor.
Subjects: UNPAD's Collections > Abstrak
Divisions: UPT Perpustakaan
Depositing User: Administrator
Date Deposited: 05 Oct 2016 13:58
Last Modified: 05 Oct 2016 13:58
URI: http://repository.unpad.ac.id/id/eprint/14942

Actions (login required)

View Item View Item