UNPAD OPEN REPOSITORY

Tingkat Adopsi Teknologi Adaptasi Dan Mitigasi Fenomena Perubahan Iklim Oleh Alumni Sekolah Lapang Iklim (Sli) Di Kabupaten Majalengka

Uswatun Khasanah, (2012) Tingkat Adopsi Teknologi Adaptasi Dan Mitigasi Fenomena Perubahan Iklim Oleh Alumni Sekolah Lapang Iklim (Sli) Di Kabupaten Majalengka. Masters thesis, Universitas Padjadjaran.

[img] Text (Fulltext)
tesis_uswatun_tingkat_adopsi_teknologi_adaptasi_dan_mitigasi_fenomena_perubahan_iklim.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (59kB)

Abstract

Perubahan iklim yang terjadi memberikan dampak pada sektor pertanian yang mengancam ketahanan pangan dan keberlanjutan pembangunan pertanian. Untuk itu pemerintah mengadakan Sekolah Lapang Iklim (SLI) untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petani dalam memanfaatkan informasi iklim, kearifan lokal dan potensi sumberdaya air; menyusun strategi tanam; serta meningkatkan sikap kritis petani dalam mengambil keputusan menyangkut upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tingkatan serta faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi teknologi adaptasi dan mitigasi fenomena perubahan iklim oleh petani alumni SLI di Kabupaten Majalengka. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dengan observasi, wawancara, dokumentasi, serta materi audio dan visual, sedangkan data kuantitatif diperoleh dengan memberikan kuesioner kepada alumni SLI secara random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat adopsi teknologi adaptasi dan mitigasi fenomena perubahan iklim oleh alumni SLI bervariasi, yaitu 59,38% responden tergolong sedang; 22,92% responden tergolong tinggi; dan 17,70% tergolong rendah. Tingkatan adopsi tersebut dipengaruhi faktor internal (tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga yang ditanggung, luas lahan garapan dan status kepemilikannya, pengalaman, tingkat pendapatan, dan sikap terhadap perubahan), faktor eksternal (ketersediaan sarana dan prasarana pertanian, keaktifan berorganisasi, dan aktivitas penyuluhan), serta faktor inovatif (keuntungan relatif, kompatibilitas, kompleksitas, triabilitas, dan observabilitas). Berdasarkan hasil analisis jalur, ketiga faktor adopsi tersebut secara bersama-sama signifikan mempengaruhi tingkat adopsi dengan total pengaruh sebesar 56,1%, sedangkan pengaruh faktor lain di luar model yang diteliti sebesar 43,9%. Hasil uji jalur secara individu menunjukkan faktor eksternal dan inovatif berpengaruh signifikan terhadap tingkat adopsi teknologi. The climate change has given some effects to the agriculture sector which threaten the security of food and the sustainability of agriculture development. Therefore, the government arranged Sekolah Lapang Iklim (SLI) to improve the farmers' knowledge and capability in exploiting the climate information, local wisdom, and the potential of water resources; arranged the strastegy of planting; also improving the farmers critical attitude in taking decision which relate to the mitigation effort and climate change adaptation. This research is to identify and analyze the levels of adoption and the factors which influence the adaptation technology adoption and the mitigation of climate change phenomenon by alumnus SLI in Majalengka Regency. The method of the research are qualitative and quantitative. The qualitative data is obtained by observation, interview, documentation, also the audio and visual material, meanwhile the quantitative data is obtained by giving questionaire to the alumnus of SLI in random sampling. The results of the research show that the level of adaptation technology adoption and the mitigation of the climate change phenomenon by alumnus had variation that is 34,38% respondens at the medium level; 22,92% respondens at the high level; and 42,70% respondens at the low level. Levels of adoption is influenced by internal factor (the level of education, the number of family member whom quaranteed, the width of produced land and the ownership status, experience, income level, and the attitude to the alteration), external factor (the availability of means and agriculture infrastructure, being active organized, and extention activity), and innovative factor (relative advantage, compatibility, complexity, triability, and observability). Based on the path analysis, the three adoption factors together significantly influence the adoption level with the total influence 56,1% and the influence of another factor beside the model research is 43,9%. The result of the path analysis individually shows that the external and innovative factor which influence significantly to the technology adoption. Untuk keterangan lebih lanjut silahkan menghubungi http://cisral.unpad.ac.id

Item Type: Skripsi-Thesis-Disertasi (Masters)
Uncontrolled Keywords: tingkat adopsi, sekolah lapang iklim, adaptasi dan mitigasi
Subjects: UNPAD's Collections > Abstrak
Divisions: UPT Perpustakaan
Depositing User: Administrator
Date Deposited: 05 Oct 2016 14:01
Last Modified: 05 Oct 2016 14:01
URI: http://repository.unpad.ac.id/id/eprint/16827

Actions (login required)

View Item View Item