The search result changed since you submitted your search request. Documents might be displayed in a different sort order.
  • search hit 4 of 12
Back to Result List

IMPLEMENTASI KTT IKLIM DI BALI MENGENAI PEMANASAN GLOBAL STUDI KASUS : KOTA BANDUNG TAHUN 2011

  • ABSTRAKBali menjadi sorotan masyakarat dunia saat berlangsungnya Conference of Parties 13 United Nations Framework Conventions on Climate Change, hingga konsensus yang dihasilkan diberi nama Bali Roadmap, agar mengingatkan semua orang akan apa yang terjadi di Bali untuk mengatasi perubahan iklim. Solusi yangdiambil seharusnya adalah Indonesia memelihara sendiri hutan Indonesia,sementara negara maju harus menanam hutan sendiri di negara mereka, bukannyamenyuruh negara lain untuk memelihara hutan. Indonesia dapat memberi contohkepada dunia dengan cara menghentikan penggunaan plastik dan mengurangitransportasi penghasil emisi karbon. Dalam diskusi konferensi, ada dua pihakyang menentukan yakni penghasil emisi dan penyerap emisi. Permasalahan yangsedang ditengahi adalah memberi nilai pada karbon. Selama ini pembangkit listrik tenaga batu bara dinilai lebih murah dibanding pembangkit listriktenaga geotermal, karena karbon yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tenagabatu bara tidak dihitung sebagai biaya yang harus ditanggung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaparkan dan menganalisis kondisi iklim yang terjadi di Kota Bandung dan Implementasi KTT Iklim Bali di Kota Bandung. Pada penelitian ini digunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menyajikan secara pokok-pokok persoalan yang diteliti. Tujuan dari penelitian ini adalah mengambarkan data yang dinyatakan dalam bentuk kata, kalimat dan gambar.Hasil penelitian dan kesimpulan, adalah sebagai berikut : Implementasi KTT Iklim di Kota Bandung, dilihat dari indikator upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung adalah : Mewujudkan kualitas udara, air dan tanah sesuai baku mutu lingkungan, menjamin tersedianya kuantitas dan kual itas air, mewujudkan pengelolaan limbah padat yang efektif dan bernilai ekonomi,menyediakan ruang kota yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan, memantapkan pembangunan Kota Bandung yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, menyediakan sistem transportasi yang aman, efisien, nyaman, terjangkau dan ramah lingkungan, mewujudkan sarana dan prasarana lingkungan yang memenuhi standar), serta mewujudkan mitigasi bencana yang handal. Hasil KTT PBB Soal Ozon di Bali Terhadap Hubungan International Indonesia, adalah dapat diakuinya negara Indonesia sebagai negara yang mau bekerja sama dalam lembaga International, khususnya dalam bidang lingkungan.Saran-saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah : Pemkot Bandung harus lebih tegas dalam pelaksanaan pemberian ijin dan pelaksanaan aturan ruang dan lingkungan hidup, diikarenakan masih lemahnya faktor penegakan hukum dan pengawasan dari Pemkot sehingga terjadi banyak kasus pelanggaran alih fungsi pemanfaatan ruang dan lingkungan. Pemkot Bandung bersama organisasi-organisasi lingkungan yang ada di kota Bandung perlu secara bersama-sama menghimbau dan memberikan penerangan kepada masyarakat dan juga pelaku usaha mengenai hal-hal yang tercantum dalam KTT Bali, diantaranya menjelaskan bahaya emisi gas rumah kaca, bagaimana cara mengurangi sumber pemanasan global, dan menerapkan pola sadar lingkungan.

Download full text files

Export metadata

Additional Services

Share in Twitter Search Google Scholar
Metadata
Author:Kellis Mulya Nugraha
Series (Serial Number):Skripsi (000123518)
Document Type:Bachelor Thesis (Skripsi)
Language:Indonesia
Year of Completion:2012
Year of first Publication:2012
Release Date:2019/10/27
Tag:Implementasi
NPM :170211080020
Institution:Universitas Padjadjaran / Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik / Hubungan Internasional
Licence (Indonesia):License LogoPeraturan Serah Simpan