Klausa Relatif Dalam Bahasa Indonesia: Kajian Struktur Dan Semantik

DSpace/Manakin Repository

Klausa Relatif Dalam Bahasa Indonesia: Kajian Struktur Dan Semantik

Show simple item record

dc.contributor.author Agustina
dc.date.accessioned 2011-10-11T00:26:54Z
dc.date.available 2011-10-11T00:26:54Z
dc.date.issued 2007-02-19
dc.identifier.uri http://repository.unpad.ac.id/handle/123456789/2811
dc.description Fokus utama penelitian ini adalah perilaku klausa relatif sebagai klausa sematan pada kalimat kompleks yang dikaji secara struktur dan semantik. Penelitian tersebut menggunakan data bahasa Indonesia yang bersumber dari ragam tulis dan lisan dan menggunakan metode distribusional dengan teknik delesi, substitusi, intrusi, permutasi, dan paraprase. Ant yang memunculkan klausa relatif adalah anteseden yang berkategori nomina/frasa nomina dalam fungsi subjek, predikat, objek, pelengkap, keterangan; anteseden verba/frasa verba dalam fungsi subjek dan pelengkap; anteseden ajektiva/frasa ajetiva dalam fungsi subjek, predikat, objek, objek, pelengkap; anteseden pronomina/frasa pronomina dalam fungsi subjek, predikat, objek; anteseden numeralia/frasa nimeralia dalam fungsi subjek, predikat, objek, pelengkap; anteseden frasa preposisi dalam fungsi predikat dan keterangan; dan anteseden frasa adverbia dalam fungsi keterangan. Relator yang menghubungkan klausa relatif dan klausa induk dapat berupa pungtuasi dengan tanda koma, tanda pisah, dan tanda kurung dan/atau berupa leksikal yaitu yang, di mana, tempat, kapan, mengapa, apakah, betapa, dan bagaimana. Relator tersebut di samping berfungsi sebagai pemarkah klausa relatif ada pula yang berfungsi sekaligus sebagai pengganti anteseden. Perelatifan dalam klausa sematan menduduki empat fungsi sintaksis: subjek, objek, pelengkap, dan keterangan dan keempat fungsi tersebut menghasilkan tujuh belas struktur perelatifan dengan menggunakan sembilan sistem perelatifan: substitusi pronomina relatif, substitusi adverbia relatif, substitusi kategori, substitusi posesif, substitusi pronomina persona/nonpersona, substitusi pronomina demonstratif takrif/lokatif, pelesapan sebagian Ant, penyematan non-restriktif, dan perelatifan campuran. Bentuk dan pola dasar klausa relatif terdiri atas klausa relatif tansubjek dengan enam pola dasar dan klausa relatif bersubjek dengan enam pola dasar pula. Ditemukan lima tipe makna KR tentang Ant, yaitu berdasarkan kerestriktifannya ditemukan makna restriktif dan nonrestriktif; berdasarkan pemeriannya ditemukan makna berkait, berjajar, dan berkombinasi; berdasarkan pengacuannya ditemukan makna seluruhan, seluruhan dengan penambahan, seluruhan dengan pengulangan, sebagian, dan sebagian dengan pengulangan; berdasarkan konteksnya ditemukan makna fisik, emosional, perbuatan, dan campuran ; sedangkan berdasarkan anteseden dan Rlt ditemukan makna waktu, tempat, cara, alat, sebab, alasan, sasaran, pelaku, tujuan, kemungkinan, dan keharuan. en_US
dc.description.abstract The main focus of this research is the structural and semantic analysis on the relative clause (RC) as the embedded clause in complex sentences. The data used for the analysis is taken from Indonesian in the form of written and utterances by means of distributional method with the techniques of deletion, substitution, intrusion, permutation, and paraphrase. The antecedent (Ant) that brings out the RC is the Ant with the category of noun/noun phrase in the function of subject, predicate, object, complement, adverbial; Ant of verb/verb phrase in the function of subject and complement; Ant of adjective/adjective phrase in the function of subject, predicate, object, complement; Ant of pronoun/pronoun phrase in the function of subject, predicate, object; Ant of numeral/numeral phrase in the function of subject, predicate, object, complement; Ant of preposition in the function of predicate and adverbial; and Ant of adverbial phrase in the function of the adverbial. The relaters (Rlt) of the clause that relates RC with the head clause that can appear as punctuation: commas, hyphens, brackets, and lexemes such as yang, di mana, tempat, kapan, mengapa, apakah, betapa and bagaimana. The Rlt, besides functioning as the marker of RC, and/or as the substitute of Ant. The relativization in RC can function as S, P, O, and Adv while the four relativizations that result in seventeen relativization structures by means of ten systems: pronoun relative substitution, adverbial relative substitution, category substitution, possessive substitution, person/non-person pronoun substitution, definite/locative pronoun substitution, zero substitution, part of the antecedent deletion, non-restrictive embedded, and combination. Forms of RC consisting of non-subject RC and subject RC are respectively found to be based on six basic patterns of RC. There are five types of meaning of RC found toward the Ant, they are based on the restrictiveness found restrictive and non-restrictive meaning; based on the description found closely related type, direction type, and combination type; based on the reference found whole type, whole additional type, whole repetition type, part type, and part repetition type; based on the context found physical meaning, emotional meaning, activity meaning, and combination meaning; while basing on antecedent and Rlt, time meaning, place meaning, mode meaning, instrument meaning, cause meaning, reason meaning, objective meaning, actor meaning, goal meaning, possibility meaning and sympathy meaning are found. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.relation.ispartofseries ;L3I01009
dc.title Klausa Relatif Dalam Bahasa Indonesia: Kajian Struktur Dan Semantik en_US
dc.type Dissertation en_US


Files in this item

Files Size Format View

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account