Isra Miraj Nabi Muhammad Saw Edisi Teks, Kajian Struktur, Resepsi, Dan Transformasi Naskah Sunda - Arab

DSpace/Manakin Repository

Isra Miraj Nabi Muhammad Saw Edisi Teks, Kajian Struktur, Resepsi, Dan Transformasi Naskah Sunda - Arab

Show full item record

Title: Isra Miraj Nabi Muhammad Saw Edisi Teks, Kajian Struktur, Resepsi, Dan Transformasi Naskah Sunda - Arab
Author: Mamun, Titin Nurhayati
Abstract: This dissertation, entitled The Isra Mi’raj of Prophet Muhammad, peace be upon him,: Text Edition, Analysis of Structure, Reception, and Tranformation Text In Sundanese and Arabic Manuscripts, describes the Isra Mi’raj journey of the Prophet Muhammad (designated as IMNM through out this work). This event is described in the Al Quran, written in Hadits, and retold by many wordwide writers in the forms of manuscripts. As many as 53 texts of these manuscripts are as the research data in this work. This large number of IMNM manuscripts indicates a possibility on the changes of the text content. On the other hand, Al Quran in Surah Al Hijr Ayat 9 claims that the content is safeguarded from any alteration. Therefore, the issue is how to find the reader reception that may or may not alter the content of the Al Quran in so many IMNM texts. There are three methods conducted in this research. The first is a text critics method on the filology approach. The research steps cover text inventarisation, text comparison, text description, text selection, text transliteration, text edition, and text translation. The purpose is to obtain and to return the texts closer to the original, and then to perform the text edition. Note that a manuscript text can not be investigated by other discipline before the text is investigated using filology. The comparison result shows that IMNM of Sunda Banjaran and IMNM of Arab AW 73 of Pepusnas Collection are selected for text edition. The second, the text structure resulted from text edition is elaborated by using a descriptif comparatif method. The result shows that the IMNM Sunda is a translation of the IMNM Arab which’s source of the IMNM AW 73. The flow, themes and messages of both texts have similarity eventhough different languanges. The themes are adjusted to Al Quran and Hadits as the sources. The third, to use an intertextual method to analyze the IMNM reader reception using a litarature pragmatic approach. The result shows that there are some repetition elements, directly or indirectly, on the text, and these elements are firmly established from Al Quran and Hadits. There are also some changes between the two investigated texts which may be influenced by the environmental culture. The nature of the similar, repeated text elements on both Sunda and Arab texts are everlasting. These text elements sourced from the Quran and Hadits do not depend on time and space, and are universal. Eventhough they can be in different languanges, times or locations, but their essences are the same. On the other hand, the differrence text elements are formed from human creation which is not permanent and influenced by the culture. However, even for these dissimilar elements, there is something pointed to a steady entity which return back to the Creator. This indicates that the meaning of the similarity and dissimilarity of both IMNM texts is the existence of tauhid which is pointed to Allah and the protection on the content of Al Quran. Therefore, the meaning and translation can be different following the need of society growth, but the essence should be always steadily pointed to the tauhid. This is the characteristic of Islam: always refers to Quran and Hadits. At this point, it can be proposed here that Islamic literature is the literature that always refers to Quran and Hadits, such as the IMNM texts investigated in this research work.
Description: Disertasi berjudul Isra Mi’raj Nabi Muhammad saw Edisi Teks, Kajian Struktur, Resepsi, dan Transformasi Teks Naskah Sunda-Arab ini membahas perjalanan Isra Mi’raj Nabi Muhammad (selanjutnya disebut IMNM). Peristiwa ini terukir dalam Al-Qur’an, tercatat dalam Hadis, dan banyak digubah oleh para sastrawan, yang di antaranya digunakan menjadi data penelitian ini sebanyak 53 buah dalam bentuk cetakan dan naskah. Usia naskahnya bervariasi mulai dari tulisan abad ke-10 hingga abad ke-21. Begitu pula bahasa dan penceritaannya. Banyaknya penyambut cerita IMNM yang bersumber Al-Quran ini mengindikasikan terjadinya perubahan isi teksnya. Padahal Al-Qu’ran surat Al Hijr ayat 9 menyatakan, isi Al Qur’an akan terjaga dari perubahan. Permasalahannya, bagaimana mencari informasi pemaknaan pembaca yang bisa mengubah dan/atau tidak mengubah isi Al-Qur’an dari sekian banyak naskah IMNM. Metode penelitian IMNM ini ada tiga macam. Pertama, metode kritik teks dalam pendekatan filologi. Tahapannya, inventarisasi naskah, perbandingan naskah, deskripsi naskah, perbandingan teks, pemilihan teks, transliterasi teks, edisi teks, dan terjemahan teks. Tujuannya untuk mendapatkan atau mengembalikan teks asal IMNM atau yang mendekati asalnya yang kemudian diedisi. Sebuah teks dari naskah, tidak bisa dimanfaatkan atau diteliti oleh ilmu lain kalau teksnya belum diteliti secara filologis. Hasil perbandingan di atas, IMNM Sunda Banjaran dan IMNM Arab AW 73 koleksi Perpusnas terpilih untuk diedisi teksnya. Kedua, struktur teks dari hasil edisi teks dijabarkan dengan menggunakan metode deskriptif komparatif. Hasilnya, IMNM Sunda merupakan terjemahan IMNM Arab yang merupakan sumber IMNM AW 73. Alur, tema, dan amanat kedua edisi teks itu memiliki kesamaan walaupun berbeda bahasa. Penentuan tema diselaraskan dengan Al-Qur’an dan Hadis sebagai sumber. Ketiga, menggunakan metode intertekstual untuk analisis pemaknaan yang disampaikan pembaca (resepsi) IMNM melalui pendekatan pragmatik dalam karya sastra. Hasilnya, baik secara langsung maupun tidak, ternyata ada unsur yang setia dalam pengulangannya, dan itu merujuk pada teks Al-Qur’an dan Hadis. Tapi, teks di antara keduanya terjadi pula perbedaan atau perubahan yang ternyata merujuk pada pemikiran manusia yang dipengaruhi oleh latar budaya lingkungannya. Jadi, makna di balik teks kedua naskah itu, baik IMNM Sunda maupun IMNM Arab, pemberi maknanya sama memiliki pemahaman dan pengetahuan agama Islam yang luas. Dari segi teksnya yang sama, yang diulang, terkait dengan teks Al-Qur`an dan Hadis. Meskipun naskah IMNM itu bervariasi, berbeda bahasa, tempat, dan usia naskahnya terpaut sangat jauh, akan tetapi esensinya sama. Karenanya, sifat teksnya abadi dan universal, tidak terikat waktu dan ruang. Sebaliknya, terjadinya perubahan teks di antara kedua naskah tersebut, menunjukkan yang berubah itu hasil pemikiran manusia yang sifatnya sementara, tidak abadi, tidak pasti, dan terpaut waktu dan ruang. Di balik perubahannya pun, ada hal yang menunjukkan suatu yang tetap, yang kembali pada Sang Pencipta. Karena itu, pada dasarnya makna perubahan dan persamaan kedua teks IMNM itu adalah adanya ketauhidan, menuju kepada Allah Yang Maha Esa, dan keterjagaan isi Al Qur’an. Dengan demikian, pemaknaan dan penafsiran boleh saja berbeda dan berubah sesuai dengan tuntutan perkembangan masyarakat, namun ketauhidannya tetap. Itulah yang menjadi ciri Islam, kembali pada Al-Qur’an dan Hadis. Karya sastra yang merujuk pada Al-Qur’an dan Hadis dan tidak bertentangan isi atau esensinya, bisa disebut sebagai karya sastra Islam.
URI: http://repository.unpad.ac.id/handle/123456789/2843
Date: 2007-02-19


Files in this item

Files Size Format View

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account