Pengaruh Skala Ekonomi Dan Biaya Organisasi Terhadap Dampak Manfaat Koperasi

DSpace/Manakin Repository

Pengaruh Skala Ekonomi Dan Biaya Organisasi Terhadap Dampak Manfaat Koperasi

Show full item record

Title: Pengaruh Skala Ekonomi Dan Biaya Organisasi Terhadap Dampak Manfaat Koperasi
Author: Ariffin, R.M. Ramudi
Abstract: The concentration of common economic activities of a group of individuals into a cooperative business based on a consideration to increase efficiency through economies of scale. Economies of scale achievement in producing efficiency in the form of real economies and pecuniary economies (Koutsoyiannis ; 1975). Real economies benefit of a cooperative is through material and physical saving, on the other hand pecuniary economies benefit is formed from saving on spending (monetary economies). Based on both efficiencies cooperative can provides price effect to the numbers in the form of lower cost products (good and or survices) or a better price for products of the members, if the buying or selling is performed collectively through cooperative. Cooperative tasks is delivering price effect through utilization of all economic resources owned, in order to apply production function. Since members of cooperative receive economies of scale benefit in term of real economies and pecuniary economies in the form of price effect, therefore real economies benefit and pecuniary economies benefit can not be separated from price effect, all are blended into one. The theoretical framework is that cooperative cost efficiency (C) through the achievement of cooperative economies of scale (Q) influence cooperative ability in producing or delivering price effect (E) for cooperative members, therefore E = f(C) and formulated in Cobb-Douglas production function equation into E = a . Ce1 . u. The e1 parameter is elasticity change of E as the consequence of the change of C. Cooperative economies of scale Q is cooperative service volume to the members. The more efficient C the higher E, and will cause the larger the volume of Q ; therefore Q = f (C) and produces Q = a . Ce2 . u equation. Function of Q = f (C) describes cooperative impact formation in real economies caused by production pattern change from individual economies of scale to the intregated economies of scale in the cooperative. Parameter of e2 is elasticity change of Q as the consequence of the change of C. Therefore even though real economies benefit is uncalculable the influence to the Q, elastic or inelastic can be identifical. The total amount of cooperative price effect E can be identified from cooperative service benefited volume Q, that means the functional equation of E = f (Q) and the formation of E = a . Ce3 . u equation describes cooperative price effect impact in the form of pecuniary economies. Parameter of e3 is change elasticity of E as the consequence of the change of Q. The unity of price effect value in the form of real economies and pecuniary economies can be verified by the equation e1 = e2 . e3. To identity the most economies of cost component, variable C is broken down into C1 (service basic cost), C2 (service distribution cost), and C3 (organization cost), so that the equation E = a . Ce1 . u is change into : E = a . Ce1 . Ce2. Ce3. u. Organization cost consists of member meeting cost, member education, training of the management, and other cost which are not directly related to cooperative business activities. Organization cost incurred can decrease price effect for the members. The explanation can be given that cooperative economies scale influences positively to the cooperative price effect. On the other hand, cooperative organization cost influences negatively toward cooperative price effect. If both factors are considered in the calculation of the price effect, the cooperative position can be identified whether the cooperative is in economies or not economies situation. The above theoretical framework can be verified through field research to 24 KUD (Village Unit Cooperative) in rice business activities in North Coast of West Java, either in fertilizer service as well as in rice marketing. By using data of E, Q, and C from 24 KUD's samples, can be describes that KUD activities in fertilizer supply is economies to produce fertilizer price effect. The above economies condition is from the high efficiency in organizational cost. But KUD is not economies in producing rice price effect because of the inefficient in organizational cost.
Description: Pemusatan kegiatan ekonomi yang sama dari sekelompok individu ke dalam usaha koperasi didasarkan kepada pertimbangan antara lain untuk meningkatkan efisiensi melalui skala ekonomi. Pencapaian skala ekonomi menghasilkan efisiensi dalam bentuk real economies dan pecuniary economies (Koutsoyiannis ; 1975). Manfaat real economies dihasilkan oleh koperasi melalui penghematan material secara phisik, sedangkan manfaat pecuniary economies terbentuk dari penghematan dalam pengeluaran uang (monetary economies). Dilandasi oleh kedua bentuk manfaat efisiensi tersebut, koperasi dapat memberikan manfaat harga kepada anggota, yaitu membeli barang/jasa menjadi lebih murah atau menjual barang/jasa yang diproduksinya dengan yang lebih baik, apabila pembelian atau penjualan dilakukan secara kolektif melalui koperasi. Tugas koperasi adalah memproduksi manfaat harga dengan mendayagunakan seluruh sumber-sumber ekonomi yang dimilikinya, sehingga teori fungsi produksi dapat dipergunakan. Karena manfaat skala ekonomi dalam bentuk real economies dan pecuniary economies di koperasi diterima oleh anggota dalam bentuk manfaat harga, maka manfaat real economies dan pecuniary economies tidak dapat dipisahkan dan bersatu dalam manfaat harga. Kerangka teorinya adalah bahwa efisiensi biaya koperasi (C) melalui pencapaian skala ekonomi koperasi (Q) mempengaruhi kemampuan koperasi di dalam memproduksi manfaat harga (E) bagi anggota koperasi, maka E = f(C) dan dirumuskan dalam persamaan fungsi produksi Cobb-Douglas menjadi : E = a . Ce1 . u. Parameter e1 merupakan elastisitas perubahan E sebagai akibat terjadinya perubahan C. Skala ekonomi koperasi Q adalah volume pelayanan koperasi kepada anggota. Semakin efisien C semakin tinggi E, mengakibatkan semakin besar volume Q, maka Q = f(C) dan membentuk persamaan Q = a . Ce2 . u. Fungsi Q = f(C) tersebut menggambarkan pembentukan dampak koperasi di dalam real economies dikarenakan terjadinya perubahan pola produksi dari skala ekonomi individual kepada skala ekonomi gabungan di dalam koperasi. Parameter e2 merupakan elastisitas perubahan Q sebagai akibat dari perubahan C. Dengan demikian meskipun manfaat real economies tidak dapat dihitung, tetapi pengaruhnya terhadap Q, elastis atau tidak elastis, dapat diidentifikasi. Nilai total manfaat harga koperasi E dapat diidentifikasi dari volume pemanfaatan pelayanan koperasi Q, yaitu persamaan fungsi E = f(Q) dan membentuk persamaan E = a . Ce3 . u. menggambarkan dampak manfaat koperasi dalam bentuk pecuniary economies, yang di dalamnya sudah mengandung pula nilai dampak manfaat dalam real economies. Parameter e3 merupakan elastisitas perubahan E sebagai akibat terjadinya perubahan Q. Kesatuan nilai dampak manfaat dalam bentuk real economies dan pecuniary economies dapat diuji dengan persamaan : e1 = e2 . e3. Untuk mengidentifikasi komponen biaya yang paling ekonomis, variabel C dipecah ke dalam C1 (harga pokok pelayanan), C2 (biaya distribusi pelayanan) dan C3 (biaya organisasi), sehingga persamaan E = a . Ce1 . u. diubah menjadi : E = a . Ce1 . Ce2. Ce3. u. Biaya organisasi terdiri dari biaya rapat anggota, pendidikan anggota, pelatihan bagi pengelola dan biaya-biaya organisasi lainnya yang tidak langsung berhubungan dengan aktivitas usaha koperasi. Pembebanan biaya organisasi akan mengurangi dampak manfaat harga bagi anggota. Dapat dijelaskan bahwa skala ekonomi koperasi berpengaruh positif terhadap dampak manfaat harga koperasi. Sebaliknya, biaya organisasi koperasi berpengaruh negatif terhadap dampak manfaat harga koperasi. Apabila kedua faktor tersebut diperhitungkan masing-masing pengaruhnya terhadap dampak manfaat harga, maka posisi koperasi apakah dalam keadaan ekonomis atau tidak ekonomis di dalam memproduksi dampak manfaat harga dapat diketahui. Kerangka teori tersebut dapat diuji melalui penelitian terhadap 24 KUD pangan di pantai utara Jawa Barat, baik dalam pelayanan pengadaan pupuk maupun pemasaran beras. Dengan menggunakan data E, Q dan C yang diperoleh dari 24 KUD contoh tersebut, diperoleh gambaran bahwa aktivitas KUD di dalam pengadaan pupuk adalah ekonomis untuk memproduksi manfaat harga pupuk. Keadaan ekonomis tersebut bersumber dari efisiensi yang tinggi dalam biaya organisasi. Tetapi KUD tidak ekonomis di dalam memproduksi manfaat harga beras karena biaya organisasinya tidak efisien.
URI: http://repository.unpad.ac.id/handle/123456789/3907
Date: 2001-03-24


Files in this item

Files Size Format View

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account