Peranan Sektor Industri Dalam Perekonomian Wilayah Dan Dampaknya Terhadap Distribusi Pemakaian Input Dan Ketimpangan Antar Sektor Di Propinsi Sulawesi Tengah

DSpace/Manakin Repository

Peranan Sektor Industri Dalam Perekonomian Wilayah Dan Dampaknya Terhadap Distribusi Pemakaian Input Dan Ketimpangan Antar Sektor Di Propinsi Sulawesi Tengah

Show full item record

Title: Peranan Sektor Industri Dalam Perekonomian Wilayah Dan Dampaknya Terhadap Distribusi Pemakaian Input Dan Ketimpangan Antar Sektor Di Propinsi Sulawesi Tengah
Author: Olilingo, Fachrudin Zain
Abstract: The purpose of this study are: 1). To know the contribution of industrial sectors in regional economy particulary in the macro aspects as such as any structures of sectoral outputs, regional final demands, export and employment; 2) to know the effects of industrial sectoral multipliers of Central Sulawesi on incomes and employment; 3) to know the sectoral lameness base on value added in the regional economy of the Central Sulawesi. 4) to know the influences of forward and backward linkage to the distribution of input product in the industrial sector; 5) to know the influences of forward and backward linkage to the multiplier of income and employment in the industrial sectors. This study has been carried out in the Province of Central Sulawesi, using the last Input-Output data being issued in the years of 1990 and 1995. The analyses models which are used in this study are: 1) Input-Output models to know the contribution of industrial sector, multiplier effects, and intersectoral correlations and sectoral performance; 2) Rawscaler and columnscaler analyses for analyzing structural transformation between intersectors and their implications on the distribution of input product; 3) The Pearson correlations to observe the relationships between Rawscaler and Columnscaler. The results of the study shows that the industrial sector plays significant role to speed the economic developments, since it has been proved that they are able to create multiplier effects to increase regional economies either in type I or type II, especially in assocation with incomes and employment. The roles of these industrial sectors cannor forfeit and ignore their capacities to afford their contributions in association with sectoral output structures, final demands, export volumes and employment, which at last wil be virtually resulting structural transformation. Based on the approaches on the indices of thrust forces and pull forces. The most advantageous industry in Central Sulawesi are rice mills and wood, bambu and rattan. Whereas semi advantageous are various beverages, tobacco industries, and other food industries. Being forward linkage, have a negative effects on distributional indices of input product, which mean that the more higher the linkage forwardly on the industrial sectors, the more lower will be the distributional indices of input product, which mean the more lameness the distributions in the intersectoral input product. On the contrary, when they are linked backwardly, will be having positive effects on the distributional indices of inter sectoral input product which means that the more they are backward linked, the more higher will be the indices on input product distributions, that means that they inter sectoral input product will be better. Being forward and backward linkage will be positively influencing the coefficients of the multipliers, which mean that the more higher they are linked forwardly to the industrial sector, the more higher too will be the indices of the multiplier coefficients which mean there they will be providing larger incomes and greater job openings, that will be created by investional activites. The intersectoral lameness circumstances in Central Sulawesi, have been shorm seriously by the results of the initial estimations of the gini ratios respectively for the years of 1990 and 1995, they are 0.65 and 0.62. These previous lameness occasions, among other thing that there are no equilibria among the industrial sector, which have been pointed by the gini ratios of 0.70 in 1990, and 0.72 for the year of 1995. 2002-10-30
Description: Penelitian ini bertujuan untuk: 1). Mengetahui kontribusi sektor industri dalam perekonomian wilayah terutama ditekankan pada aspek makro seperti terhadap struktur output sektoral, permintaan akhir wilayah, ekspor dan kesempatan kerja; 2) mengetahui efek multiplier sektor industri Sulawesi Tengah terhadap pendapatan dan kesempatan kerja 3) mengetahui ketimpangan antar sektor dilihat dari perolehan nilai tambah dalam perekonomian wilayah Sulawesi Tengah 4) mengetahui pengaruh keterkaitan ke depan dan keterkaitan ke belakang terhadap distribusi pemakaian input dan distribusi pendapatan antar sektor di sektor industri 5) mengetahui pengaruh keterkaitan ke depan dan keterkaitan ke belakang terhadap pengganda pendapatan dan kesempatan kerja di sektor industri. Penelitian dilakukan di Propinsi Sulawesi Tengah dengan menggunakan data Input-Output terbitan terakhir yaitu tahun 1990 dan 1995. Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) Model Input-Output untuk mengetahui kontribusi sektor industri, dampak ganda (multiplier effect), serta keterkaitan antar sektor dan keragaan sektor; 2) Analisis Rawscaler dan Columnscaler untuk analisis perubahan struktural antar sektor dan implikasinya terhadap distribusi pendapatan; 3) Korelasi Pearson untuk melihat hubungan antara Rawscaler dan Columnscaler 4) Koefisien Gini untuk mengetahui ketimpangan antar sektoral 5) Uji Korelasi untuk mengetahui hubungan antara keterkaitan dengan angka pengganda dan distribusi pemakaian input. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sektor industri sangat berperan dalam mempercepat pembangunan ekonomi karena terbukti sanggup menciptakan dampak ganda (multiplier) baik tipe I maupun tipe II dalam perekonomian wilayah khususnya dalam pendapatan dan kesempatan kerja. Peran sektor industri ini tidak lepas dari kemampuannya dalam memberikan kontribusi terhadap struktur output sektoral, permintaan akhir, volume ekspor dan kesempatan kerja yang akhirnya berdampak pada perubahan struktural. Berdasarkan pendekatan indeks daya dorong dan daya tarik maka sektor industri unggulan di Sulawesi Tengah adalah industri penggilingan padi, industri kayu, bambu dan rotan. Sedangkan sektor semi unggulan antara lain industri minyak kelapa, industri tepung, industri minuman, industri makanan lainnya, industri tembakau, industri barang dari logam. Keterkaitan ke depan berpengaruh negatif terhadap indeks distribusi pemakaian input yang berarti bahwa semakin tinggi keterkaitan sektor industri ke depan, maka semakin rendah indeks distribusi pemakaian input yang berarti semakin timpang distribusi pemakaian input antar sektor. Sebaliknya keterkaitan ke belakang berpengaruh positif terhadap indeks distribusi pemakaian input antar sektor di sektor industri yang berarti bahwa semakin tinggi keterkaitan industri ke belakang semakin tinggi indeks distribusi pemakaian input yang berarti distribusi pemakaian input antar sektor semakin bagus. Keterkaitan ke depan berpengaruh positif terhadap koefisien pengganda yang berarti semakin tinggi keterkaitan sektor industri ke depan, maka semakin tinggi pula indeks koefisien pengganda yang berarti semakin besar pendapatan dan kesempatan kerja yang tercipta dari suatu kegiatan investasi. Demikian pula keterkaitan ke belakang berpengaruh positip terhadap koefisien pengganda. Ketimpangan antar sektor di Sulawesi Tengah berdasarkan perolehan nilai tambah cukup serius yang ditunjukkan oleh hasil perhitungan rasio gini tahun 1990 dan 1995 masing-masing sebesar 0,65 dan 0,62. Ketimpangan di atas terjadi antara lain disebabkan oleh ketimpangan di sektor industri yang cukup besar yang ditunjukkan oleh rasio gini sebesar 0,70 tahun 1990 dan 0,72 tahun 1995.
URI: http://repository.unpad.ac.id/handle/123456789/4128
Date: 2002-10-30


Files in this item

Files Size Format View

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account