Babad Tanah Leluhur

  • "BABAD TANAH LELUHUR sebuah kisah kolosal dari tanah leluhur ratusan tahun yang silam di tanah Pasundan yang diwarnai dengan kekerasan, ambisi, keserakahan, iri dan dengki serta cita-cita dan cinta anak manusia." Itulah kalimat yang diucapkan pembawa cerita di awal perjumpaan dengan pemirsa radio. Sandiwara radio ini karya M.Aboed yang naskahnya diperkenalkan sebagai hasil karangan Tizar Sponsen. Adapun ide cerita pada empat episode awal berasal dari buah pikiran Cece Sukhiar, seorang Tenaga Kependidikan Universitas Padjadjaran di tahun 1988. Sandiwara radio ini mulai disiarkan 1 September 1989 dan berakhir pada 27 Desember 1992, terdiri dari 40 Episode, dimana tiap episode nya terdiri dari 30 Seri. Dalam satu kaset memuat 2 seri. Pada awal kisah, diceritakan tentang sekelompok pendekar dari perguruan Goa Larang yang dikenal masyarakat dengan julukan Ning Sewu bertualang ke Karang Sedana. Mereka adalah Seta Keling, Saka Palwaguna, Dampu Awuk dan Anting Wulan. Ning Sewu mendapat perintah dari guru mereka Resi Wanayasa untuk membantu Prabu Aji Konda dari kerajaan Karang Sedana yang sedang terancam pemberontakan dari Ki Dalem Jaya Suntana yang dibantu oleh para pendekar rimba persilatan dari golongan hitam. Diantara tokoh golongan hitam itu ada resi Girindasana, seorang resi yang diduga merupakan murid dari Jerangkong Hidup, seorang tokoh yang dikenal sebagai raja ilmu hitam tanah jawa. Pada episode-episode berikutnya, tokoh utamanya tampak mengerucut pada sosok pasangan Anting Wulan, Saka Palwaguna dan raden Purbaya dan pengasuhnya Cempaka. Dan bermunculan tokoh jahat yang licik dan sakti seperti Ranghyang Purba Sora dan pembantunya, Resi Amista, seorang resi dari negeri India yang menjadi tokoh-tokoh penyangga pemberontakan ki Dalem Suntana. Dan menjelang akhir-akhir episode dari Babad Tanah Leluhur, muncul sosok jahat siluman Ular Emas, Nenek Ranggis dari gunung Wukir. Babad Tanah Leluhur ini terdiri dari 40 episode, yaitu : 01. API BERKOBAR DI KARANG SEDANA 02. KISAH SEPASANG ANAK HARIMAU 03. RAHASIA BUKIT TENGKORAK 04. SAYEMBARA PRABU SANA 05. BIDADARI PENCABUT NYAWA 06. BANYU CAKRA BUANA 07. KEMELUT HATI SANG PENDEKAR 08. SATRIA CILIK KARANG SEDANA 09. KUPU-KUPU BERCADAR PUTIH 10. GEGER BUMI GALUH 11. RATU SEGARA KIDUL 12. AWAL KEBANGKITAN MATARAM HINDU 13. FAJAR MENYINGSING DI BUMI MATARAM 14. PERTARUNGAN DUA PUTERA MAHKOTA 15. RAHASIA GUNUNG WUKIR 16. PUSAKA ARCA EMAS 17. RAWA RONTEK 18. PEDANG ULAR EMAS 19. ANGKARA MURKA 20. ANGKARA MURKA II 21. BARA TANAH MATARAM 22. KEMELUT SEBUAH WARISAN 23. PETAKA ASMARA DEWA 24. KISAH DI TANAH NAGA 25. SANG RAJA SURYA 26. LAYU YANG TERKEMBANG 27. PERGURUAN KEMBANG HITAM 28. KABUT GUNUNG SALAK 29. REINKARNASI 30. BAYANG BAYANG ANGKARA 31. MENDUNG DI PAGI HARI 32. PERGURUAN TONGKAT MERAH 33. KEMELUT DESA TAMIYANG 34. GEMURUH DENDAM GEMURUH RINDU 35. KEMELUT DI KERATON INDRASAPA 36. PUSAKA SIMA 37. GELORA API CEMBURU 38. PRAHARA DI KAKI BURANGRANG 39. GEGER KITAB ILMU SEJATI 40. JENGKAR KEDATON

Download full text files

Export metadata

Additional Services

Share in Twitter Search Google Scholar
Metadata
Author:Cece Sukhiyar
Place of publication:Bandung
Editor:Derry Adrian Saleh
Document Type:Book / Monograph
Language:Indonesian
Date of Publication (online):2020/12/31
Year of first Publication:1989
Publishing Institution:Universitas Padjadjaran, Perpustakaan
Release Date:2020/12/31
Tag:Babad Tanah Leluhur, Novel Version, Sandiwara Radio
Page Number:326
Note:
Dokumen ini adalah hasil penulisan kembali dari dialog-dialog Sandiwara Radio yang dikumpulkan dan didapatkan dalam bentuk MP3.
Dewey Decimal Codes:7 Seni dan Hiburan / 70 Seni
Licence (English):License LogoCreative Commons - CC0 1.0 - Universal - Public Domain Dedication