APAKAH BERHENTI MEROKOK MENYEBABKAN SESEORANG MENGALAMI GEJALA DEPRESI? ANALISIS CROSS-SECTION DENGAN MENGGUNAKAN DATA IFLS

  • Tingginya angka perokok di Indonesia menjadi sebuah perhatian tidak hanya kesehatan fisik tetapi kesehatan mental juga. Terdapat beberapa faktor yang menghalangi seseorang untuk berhenti merokok, salah satunya adalah terdapat ketakutan dan beranggapan bahwa berhenti merokok akan membuat individu tersebut mengalami gejala depresi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan berhenti merokok terhadap gejala depresi di Indonesia dengan menggunakan data Indonesia Family Life Survey (IFLS) yaitu kuesioner CES-D 10 dan jawaban responden ditransformasikan menggunakan pengukuran Rasch. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa keputusan untuk berhenti merokok tidak akan menyebabkan kasus depresi pada mereka yang melakukannya, bahkan cenderung memberikan dampak yang negatif terhadap penambahan insidens kasus depresi.

Download full text files

Export metadata

Additional Services

Share in Twitter Search Google Scholar
Metadata
Author:Fitra Fadhilah Hidayat
Series (Serial Number):Skripsi (000178636)
Document Type:Skripsi
Language:Indonesian
Year of Completion:2019
Year of first Publication:2019
Release Date:2019/10/27
Tag:Berhenti Merokok, Gejala Depresi, Ifls, Rasch Model
Student ID (NPM):120210150058
Institution:Universitas Padjadjaran / Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ekonomi Pembangunan
Licence (Indonesian):License LogoPeraturan Serah Simpan