Kajian Proses dan Karakteristik Kain Tenun Serat Daun Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) dan Pelepah Batang Pisang Ambon (Musa paradisiaca var. sapientum (L.) Kunt.)

  • Daun nanas dan pelepah batang pisang merupakan limbah pertanian yang dapat dimanfaatkan menjadi serat alam dan diproses menjadi kain. Pembuatan kain dilakukan dengan metode tenun. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis tahapan proses produksi pembuatan kain tenun dari serat daun nanas dan pelepah batang pisang ambon dan menganalisis karakteristik kain tenun serat daun nanas dan pelepah batang pisang ambon. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Proses pengambilan serat dilakukan dengan menggunakan mesin dekortikator dan proses pembuatan kain tenun menggunkan ATBM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kain terbaik yaitu kain serat daun nanas dengan nilai L* sebesar 64,33; a* sebesar 0,75; b* sebesar 15,83; dan H sebesar 87,26; kekuatan tarik sebesar 53,34 kgf ke arah pakan dan 23,95 kgf ke arah lusi; nilai mulur sebesar 10,77% ke arah pakan dan 56,27%. ke arah lusi; kekuatan sobek sebesar 28,42 kgf ke arah pakan dan 3,73 kgf ke arah lusi; daya tembus udara kain sebesar 133,80 cm3/cm2/s. Nilai kekuatan tarik dan kekuatan sobek sudah sesuai dengan SNI 08-0056-2006 syarat mutu kain tenun untuk setelan. Penggunaan kain serat alami disarankan untuk digunakan sebagai bahan baku kerajinan.

Download full text files

Export metadata

Additional Services

Share in Twitter Search Google Scholar
Metadata
Author:Sita Halimatus Sa`diyah
Series (Serial Number):Skripsi (000178656)
Document Type:Skripsi
Language:Indonesian
Year of Completion:2019
Year of first Publication:2019
Release Date:2019/10/27
Tag:Daun Nanas, Kain Tenun, Pelepah Pisang, Serat
Student ID (NPM):240110150066
Institution:Universitas Padjadjaran / Fakultas Teknologi Industri Pertanian / Teknik Pertanian
Licence (Indonesian):License LogoPeraturan Serah Simpan