Jam Sekolah, Keluarga, dan Kesehatan Mental Pada Siswa Sekolah Menengah

  • Kesehatan mental merupakan salah satu aspek kesehatan manusia yang mempengaruhi sikap serta produktivitas individu. Pada tahun 2016, WHO mencatat bahwa 800.000 kasus bunuh diri yang diakibatkan karena depresi dan didominasi oleh remaja hingga dewasa. Beban ekonomi di Indonesia secara keseluruhan yang dapat diakibatkan oleh hilangnya produktivitas individu akibat penyakit mental adalah sebesar 21.9%. Sistem pengajaran termasuk perubahan kurikulum di sekolah dapat mempengaruhi kondisi serta mental siswa. Perubahan kurikulum diikuti pula dengan perubahan beban jam belajar siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana jam belajar dapat mempengaruhi kesehatan mental. Sumber data yang digunakan adalah Indonesia Family life Survey (IFLS) 5 tahun 2014. Model yang digunakan adalah Rasch Analysist untuk variable dependen dan Logistic Regression Model (Logit). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jam sekolah berpengaruh positif terhadap gejala depresi dan signifikan di 1%.

Download full text files

Export metadata

Additional Services

Share in Twitter Search Google Scholar
Metadata
Author:Fauziah Agustina Sa`ban
Series (Serial Number):Skripsi (000179285)
Document Type:Skripsi
Language:Indonesian
Year of Completion:2019
Year of first Publication:2019
Release Date:2019/10/27
Tag:Analisis Rasch, Jam Sekolah, Kesehatan Mental, Logit Model
Student ID (NPM):120210150100
Institution:Universitas Padjadjaran / Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ekonomi Pembangunan
Licence (Indonesian):License LogoPeraturan Serah Simpan