STRATEGI SOCIOPRENEURSHIP UNTUK PENINGKATAN DAYA SAING PASAR RAKYAT DALAM KOLABORASI DAN INOVASI PADA PENDEKATAN SOCIO CULTURE

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi strategi sociopreneurship untuk peningkatan daya saing pasar rakyat dalam kolaborasi dan inovasi pada pendekatan socioculture. Penelitian ini menggunakan dua metode survei yang diterapkan, yaitu survei deskriptif dan survei eksplanatori. Pengujian hipotesis penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan Structural Equation Model (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya saing dipengaruhi oleh sosiokultur sebesar 56%, sisanya 44% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model. Selain itu, sosiokultur dipengaruhi oleh inovasi, strategi sociopreneurship, dan kolaborasi sebesar 37,4%, sisanya 62,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak terdapat dalam model. Strategi sociopreneurship dalam meningkatkan daya saing Pasar Rakyat di Jawa Barat dilakukan melalui perbaikan fisik dan non-fisik pasar rakyat. Peningkatan inovasi di pasar rakyat menghadapi tantangan percepatan teknologi digital seperti layanan belanja online dan rebranding digital. Aspek kolaborasi perlu dilakukan untuk meningkatkan sinergi Pemerintah dan Pengelola Pasar Rakyat dalam menstandarkan kriteria Pasar Rakyat di Jawa Barat dengan Standar Nasional Indonesia. Pendekatan sociopreneurship mengacu pada sosiokultur Pasar Rakyat dengan mempertahankan keunggulan lokal untuk terus meningkatkan daya saing Pasar Rakyat sebagai gerakan Ekonomi Kerakyatan. Namun, dalam memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi, seperti dalam aspek keuangan, Paguyuban Pedagang Pasar melalui Koperasi Syariah BMT (Baitul Mal Attanwin) dapat melakukan kekompakan.

Description

Keywords

Sociopreneurship, Pasar Rakyat, Pendekatan Socioculture

Citation