FAKTOR RISIKO KEJADIAN REAKSI OBAT YANG TIDAK DIKEHENDAKI PADA PASIEN TUBERKULOSIS RESISTEN OBAT GANDA DI RUMAH SAKIT RUJUKAN DI JAWA BARAT

Abstract

Penggunaan obat yang lebih banyak dengan durasi yang lebih panjang pada regimen terapi pengobatan tuberkulosis resisten obat ganda (TB-ROG) dapat meningkatkan kemungkinan timbulnya (ROTD) pada pasien. Kejadian ini dapat menurunkan kualitas hidup hingga menyebabkan putus pengobatan. Studi cohort observasional secara retrospektif dengan merekapitulasi rekam medik pasien TB- ROG yang dirawat di Rumah Sakit rujukan di Jawa Barat dari database Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) yang dilakukan melibatkan 246 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Seleksi variabel eksposur dilakukan menggunakan metode chi-square untuk menentukan kovariat yang dapat berhubungan secara signifikan dengan variabel outcome dan nilai signifikansi diukur pada p-value≤0,15. Analisis faktor risiko dilakukan dengan menggunakan metode regresi logistik multivariat. Dari keseluruhan subjek, sebanyak 101 orang (41,06%) mengalami ROTD, dan 6 (2,44%) diantaranya mengalami kejadian serius, dengan ROTD paling banyak timbul antara lain mual (86,14%), muntah ringan (55,45%), dan nyeri kepala (49,50%). Berdasarkan model analisis multivariat yang dibuat, pasien yang tidak memiliki riwayat komorbiditas diabetes melitus (OR = 2,46; 95%CI: 1,05- 5,73), pasien yang tinggal di perkotaan (OR = 1,89; 95%CI: 1,00-3,58), dan pasien yang belum pernah mendapatkan terapi TB-ROG sebelumnya (OR = 1,77;95%CI: 0,99-3,14) memiliki risiko lebih tinggi mengalami kejadian ROTD.

Description

Keywords

TB-ROG, ROTD, Faktor Risiko

Citation

Collections