Sastra Jerman (S1)

Permanent URI for this collection

Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 20 of 503
  • Item
    Tematisasi Cyberbullying dalam Jugendroman Auf Dich Abgesehen karya Daniel Hra
    (2023-08-18) EGGA AYU ARDIANTI; Cicu Finalia; Tidak ada Data Dosen
    Cyberbullying yang marak terjadi di kalangan remaja 10 tahun terakhir ini merupakan akibat dari meningkatnya intensitas penggunaan internet dan pengaksesan media sosial oleh remaja. Korbannya bisa mengalami kehilangan kepercayaan diri, kehilangan motivasi, khawatir berlebihan, depresi, hingga yang ekstrim percobaan bunuh diri. Penelitian dalam skripsi berjudul "Tematisasi Cyberbullying dalam Jugendroman Auf dich abgesehen Karya Daniel Höra" ini berfokus pada dua permasalahan utama, yaitu pengidentifikasian penanda tema cyberbullying dan sarana estetika Jugendroman pembangunnya, serta pendeskripsian tafsir pesan dari tematisasi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis tema (Themenanalyse) oleh Prince (2008) yang dilandasi oleh teori mengenai cyberbullying dari Willard (2007) dan teori Jugendroman dari Kurwinkel dan Schmerheim (2020). Dari analisis terhadap data-data yang ada, diperoleh dua kelompok hasil. Pertama, penanda tema cyberbullying berupa penyebaran informasi kebencian, penghinaan melalui kolom komentar, pelecehan, dan pemalsuan identitas, dan sarana estetika Jugendroman yang digunakan sebagai pembangun temanya yaitu penokohan, alur, latar, dan sudut pandang. Kedua, tafsir pesan yang ditelusuri dari hubungan antara judul karya sastra dan temanya berupa pengenalan bentuk permasalahan remaja di era siber dan pentingnya dukungan lingkungan terdekat bagi remaja bermasalah. Berdasarkaan hasil-hasil temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa tematisasi cyberbullying dalam Jugendroman merupakan upaya sosialisasi waspada sisi negatif ruang siber bagi remaja.
  • Item
    Metode Penerjemahan Kalimat Bermakna Vulgar pada Novel "Die Klavierspielerin" Karangan Elfriede Jelinek ke dalam Bahasa Indonesia
    (2023-04-05) NASJACH; Genita Cansrina; Tidak ada Data Dosen
    Kalimat bermakna vulgar tidak jarang ditemukan pada bahasa sehari-hari. Umumnya, kalimat tersebut digunakan untuk mengekspresikan perasaan seseorang dalam berbagai keadaan; negatif maupun positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan kalimat bermakna vulgar dan metode penerjemahan apa yang digunakan oleh penerjemah untuk mengalihbahasakan makna yang terdapat pada teks sumber. Dalam proses pengerjaan, penulis menggunakan teori Grochowski (1995) untuk mengklasifikasikan kalimat bermakna vulgar dan Peter Newmark (1988) untuk menganalisis metode penerjemahan yang diaplikasikan pada proses penerjemahan. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk melakukan penelitian ini. Setelah menganalis korpus, penulis berhasil menemukan 22 data yang diklasifikasikan sebagai kalimat bermakna vulgar seperti penggunaan vulgarisme menamai bagian tubuh tidak sesuai dengan konteks cerita, penggunaan kalimat vulgar untuk mendeskripsikan tindakan seksual, dan menilai seseorang atau sesuatu. Dari total 22 data yang dianalisis oleh penulis, telah ditemukan penggunaan 5 penerjemahan literal, 3 penerjemahan semantik, dan 14 penerjemahan komunikatif. Setelah dicermati dari temuan tersebut, metode penerjemahan komunikatif merupakan metode utama yang digunakan dalam menerjemahkan novel “Die Klavierspielerin” karangan Elfriede Jelinek ke dalam bahasa Indonesia. Dari penelitian ini, dapat dikatakan metode penerjemahan merupakan hal esensial untuk menerjemahkan kalimat dari bahasa sumber ke bahasa sasaran.
  • Item
    IDEOLOGI PENERJEMAHAN FRASA NOMINA BAHASA JERMAN DALAM BAB 1 (TUANAKI) NOVEL VERZEICHNIS EINIGER VERLUSTE KARYA JUDITH SCHALANSKY KE DALAM BAHASA INDONESIA
    (2023-10-03) FEBI NUR FITRIANI; Dewi Ratnasari; Tidak ada Data Dosen
    Penelitian berjudul “Ideologi Penerjemahan Frasa Nomina dalam Bab 1 (Tuanaki) Novel Verzeichnis Einiger Verluste Karya Judith Schalansky ke Dalam Bahasa Indonesia” ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengklasifikasi bentuk-bentuk frasa nomina yang ada dalam bab 1 (Tuanaki) novel Verzeichnis Einiger Verluste karya Judith Schalansky dan menelusuri jenis ideologi yang digunakan oleh penerjemah dalam menerjemahkan masing-masing bentuk frasa nomina ke dalam Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Landasan teori yang digunakan adalah teori frasa nomina yang diusulkan oleh Engel (1996) dan ideologi penerjemahan yang diusulkan oleh Venuti (1995). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat empat bentuk frasa nomina, yakni frasa nomina dengan atribut prenomina sebanyak 29 data, frasa nomina dengan atribut posnomina sebanyak 8 data, dan frasa nomina dengan atribut prenomina dan posnomina sebanyak 20 data.. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat dua jenis ideologi yang digunakan dalam menerjemahkan frasa nomina, yakni foreignisasi dan domestikasi. Teknik yang paling banyak ditemukan untuk menerjemahkan frasa nomina adalah teknik yang berorientasi kepada bahasa sasaran, dengan begitu ideologi yang digunakan oleh penerjemah dalam menerjemahkan bentuk-bentuk frasa nomina adalah ideologi domestikasi.
  • Item
    METODE PENERJEMAHAN MAJAS HIPERBOLA PADAKUMPULAN PUISI KARYA AGUS R. SARJONO DI SITUS WEBLYRIKLINE.ORG DALAM BAHASA JERMAN
    (2023-09-22) ZULFAN NUR RACHMAN; Dewi Ratnasari; Tidak ada Data Dosen
    Dalam puisi biasanya terdapat penggunaan kata yang bermakna kias atau majas. Majas yang sering digunakan dalam puisi adalah majas hiperbola. Penelitian skripsi ini membahas mengenai bentuk-bentuk majas hiperbola yang terdapat pada kumpulan puisi-puisi karya Agus R. Sarjono di situs web Lyrikline.org dan juga metode penerjemahan yang dilakukan Berthold Damshäuser untuk menerjemahkan puisi dari bahasa Indonesia ke dalam puisi terjemahan bahasa Jerman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan apa saja bentuk-bentuk majas hiperbola dan juga metode penerjemahan yang digunakannya. Teori yang digunakan untuk mengklasifikasikan bentuk-bentuk majas hiperbola adalah teori dari Claridge (2011) dan juga teori metode penerjemahan Newmark (1988). Setelah dilakukan analisis, terdapat 7 bentuk majas hiperbola diantaranya adalah hiperbola kata tunggal, hiperbola frasa, hiperbola klausa, hiperbola numerik, hiperbola superlatif, hiperbola perbandingan, dan hiperbola repetisi. Metode penerjemah yang dilakukan penerjemah dalam menerjemahkan puisi ke dalam bahasa Jerman diantaranya adalah metode penerjemahan kata demi kata; metode penerjemahan harfiah; metode penerjemahan semantis; Metode penerjemahan adaptasi; metode penerjemahan bebas; metode penerjemahan idiomatis; metode penerjemahan komunikatif. Kata Kunci: Puisi, Majas, Bentuk-bentuk Majas, Majas Hiperbola, Metode Penerjemahan
  • Item
    INTERFERENSI TEKANAN PADA PELAFALAN MEREK BERBAHASA JERMAN OLEH MAHASISWA PROGRAM STUDI SASTRA JERMAN UNIVERSITAS PADJADJARAN ANGKATAN 2019
    (2023-10-02) VEDI AYU NABILLA; Cicu Finalia; Tidak ada Data Dosen
    Skripsi ini merupakan penelitian tentang interferensi tekanan bahasa Indonesia terhadap pelafalan merek berbahasa Jerman yang diujarkan oleh mahasiswa Program Studi Sastra Jerman Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Angkatan 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana interferensi tekanan mempengaruhi pengucapan merek asal Jerman dalam bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis data akustik dan perbandingan tekanan pada bahasa Jerman dan bahasa Indonesia. Data dikumpulkan dari informan yang terdiri dari mahasiswa Indonesia yang telah belajar bahasa Jerman dan diinstruksikan untuk membaca daftar merek asal Jerman yang telah dipilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interferensi tekanan dalam pelafalan merek asal Jerman sangat terlihat dalam bahasa Indonesia. Sebagian besar informan cenderung mengacu pada tekanan kata dalam bahasa Indonesia ketika membaca merek asal Jerman, sehingga menghasilkan pengucapan yang berbeda dari aslinya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan studi tentang interferensi dan dapat menjadi dasar untuk pengembangan strategi pengajaran dan pelatihan pengucapan bagi penutur bahasa Indonesia yang ingin menguasai pelafalan merek asal Jerman dengan lebih akurat.
  • Item
    STRATEGI KESANTUNAN PADA TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM PIDATO TELEVISI ANGELA MERKEL TANGGAL 18 MARET 2020
    (2023-07-03) DWI SILVI ANDRIANI; Genita Cansrina; Tidak ada Data Dosen
    Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi strategi kesantunan yang digunakan pada tindak tutur ilokusi dalam Pidato Televisi Angela Merkel tanggal 18 Maret 2020. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan pragmatis dan menggunakan metode kualitatif deksriptif. Data dari penelitian ini adalah tuturan-tuturan yang disampaikan oleh Angela Merkel dalam Pidato Televisi tanggal 18 Maret 2020. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik transkripsi dan teknik catat. Analisis data dilakukan menggunakan metode padan dengan teknik dasar pilah unsur penentu dan teknik lanjutan hubung banding membedakan. Teori yang digunakan untuk menganalisis data adalah teori tindak tutur ilokusi Searle (1976) dan teori strategi kesantunan Brown & Levinson (1987). Berdasarkan hasil analisis dari 67 data tuturan yang ditemukan dalam Pidato Televisi Angela Merkel tanggal 18 Maret 2020 terdapat tuturan representatif, tuturan direktif, tuturan komisif, tuturan ekspresif, dan tuturan deklaratif. Tuturan-tuturan ilokusi tersebut disampaikan dengan menggunakan strategi langsung (bald-on-record), strategi kesantunan positif, strategi kesantunan negatif, dan strategi tidak langsung (off-record). Strategi-strategi tersebut digunakan dengan cara menggunakan penanda kedekatan kelompok, menaruh pusat perhatian pada mitra tutur, melibatkan penutur dan mitra tutur dalam kegiatan, membuat anggapan menjadi pendapat umum, melebih-lebihkan, memberi hadiah atau penghargaan, impersonalisasi penutur, melakukan penawaran atau janji, memberikan alasan, mencari kesepakatan, menyampaikan secara tidak langsung, bersikap pesimis, menyatakan permohonan, mengimplikasikan bahwa tindakan mitra tutur sangat berharga bagi mitra tutur, mengandai-andai dan menggunakan kontradiksi.
  • Item
    Interferensi Gramatikal Bahasa Inggris terhadap Bahasa Jerman dalam Narasi tentang Penggunaan Bahasa saat dan setelah Perang Dunia di Texas Amerika
    (2023-04-04) RAIHAN ACHMAD ALFARABI; Dian Ekawati; Tidak ada Data Dosen
    Penelitian mengenai interferensi gramatikal bahasa Inggris terhadap bahasa Jerman dalam narasi tentang penggunaan bahasa saat dan setelah perang dunia dilakukan terhadap kelompok masyarakat di Texas, Amerika yang berbicara bahasa Jerman. Tema tersebut dipilih karena perang dunia menjadi penyebab digunakannya dua bahasa pada kelompok masyarakat tersebut yang pada akhirnya menyebabkan interferensi. Interferensi gramatikal terjadi pada bahasa pertama yang diakibatkan oleh bahasa kedua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis interferensi gramatikal yang muncul dan untuk mengetahui faktor-faktor sosial yang mempengaruhi munculnya interferensi gramatikal tersebut. Data yang digunakan adalah audio wawancara sosiolinguistik oleh penutur bahasa Jerman yang tinggal di Texas berjumlah enam orang yang didapat dari situs web milik Department of Germanic Studies and Linguistic Research Center bernama Texas German Dialect Project. Teori utama yang digunakan adalah teori interferensi dari Uriel Weinreich dalam bukunya yang berjudul “Languages in Contact: Findings and Problems”. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sesuai dengan jenis terjadinya interferensi gramatikal menurut Weinreich, setelah penelitian dilakukan didapatkan hasil bahwa interferensi gramatikal terjadi melalui tiga jenis. Jumlah dan variasi jenis terjadinya interferensi gramatikal pada narasumber perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki. Akan tetapi, adanya kesamaan dalam jenis interferensi gramatikal yang mendominasi terjadinya interferensi, yaitu melalui pengabaian kategori gramatikal wajib dan hubungan gramatikal menempati posisi kedua. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada keenam narasumber didapati interferensi gramatikal terjadi melalui tiga jenis, yaitu transfer morfem, hubungan gramatikal, dan pengabaian kategori gramatikal wajib. Antara narasumber perempuan dan laki-laki memiliki perbedaan dan kesamaan dalam jenis terjadinya interferensi gramatikal.
  • Item
    Tematisasi Narkoba (Drogen) dalam Jugendroman Karya Kai Hermann dan Horst Rieck "Wir Kinder vom Bahnhof Zoo"
    (2023-08-19) DEWI INDAH SALSABILA; Nirredatiningtyas Rinaju Purnomowulan; Tidak ada Data Dosen
    Drogen yang di Indonesia dikenal sebagai narkoba atau narkotika, psikotropika, obat-obatan terlarang, dan zat adiktif pada tahun 1970an menjadi tren penyalahgunaan oleh remaja di Jerman Barat. Krisis ekonomi yang parah memicu remajabermasalah untuk menggunakannya sebagai jalan pintas mengatasi permasalahannya. Dalam skripsi berjudul “Tematisasi Narkoba (Drogen) dalam Jugendroman Karya Kai Hermann dan Horst Rieck “Wir Kinder vom Bahnhof Zoo"" fokus penelitian terletak pada dua permasalahan utama, yaitu penanda dan sarana estetika pembangun tematisasi Drogen, serta tafsir pesannya. Sebagai landasan penelitian ini digunakan teori dari Manfred Kappeler (1999) untuk membahas Drogen dan teori dari Kurwinkel und Schmerheim (2020) untuk membahas Jugendroman. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Themenanalyse. Dari analisis yang dilakukan terhadap data-data yang ada diperoleh hasil yang cukup bernilai. Pertama, terdapat penanda tematisasi Drogen dari aspek substansi teks berupa pengguna, jenis-jenis narkoba, serta dampak penggunaannya, dan dari aspek sarana estetika Jugendroman, yaitu penggunaan alur, tokoh dan penokohan, latar tempat dan waktu, serta sudut pandang sebagai pembangun tematisasinya. Kedua, adanya beberapa pesan yang diperoleh melalui penafsiran (1) korelasi antara judul dan tema, yaitu peer group remaja bermasalah dan titik kumpul, dan (2) dari kisahan, yaitu hindari jalan pintas dan sadar bahaya narkoba. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tematisasi Drogen dalam Jugendroman kajian merupakan salah satu upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.
  • Item
    Transidentitas dalam Roman Remaja Meine Mutter, Sein Exmann, und Ich karya T.A Wegberg
    (2024-01-08) ANNISA MUTIARA MILENIA NURHADI; Kamelia Gantrisia; Tidak ada Data Dosen
    Transidentitas merupakan fenomena individu merasa dirinya terlahir dalam tubuh yang salah dan berpikir bahwa mereka memiliki jenis kelamin yang berbeda dengan jenis kelamin biologis. Skripsi berjudul “Transidentitas dalam Roman Remaja “Meine Mutter, sein Exmann, und ich” Karya T.A Wegberg” berfokus kepada tematisasi transidentitas pada roman remaja “Meine Mutter, sein Exmann, und ich” (2017) karya penulis asal Jerman T.A Wegberg berupa penanda transidentitas yang disajikan pada sarana estetika dan gagasan tersirat dalam tema transidentitas. Landasan penelitian ini adalah teori transidentitas dari Udo Rauchfleisch (2014) dan roman remaja dari Kurwinkel dan Schmerheim (2020). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan Themenanalyse. Berdasarkan data yang telah diteliti, ditemukan hasil yang mencakup dua hal. Pertama, penanda transidentitas Transmann dan proses coming-out serta transisi yang dihadirkan melalui sarana estetika roman remaja, yaitu tokoh, alur, latar, dan sudut pandang. Kedua, ditemukan pula gagasan tersirat dalam tema transidentitas, yaitu kekhawatiran anak remaja terhadap pandangan negatif transidentitas orang tua, pentingnya pemahaman anak remaja terhadap transidentitas orang tua, dan bentuk penerimaan anak remaja terhadap transidentitas orang tua. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa tematisasi transidentitas dalam roman remaja dihadirkan untuk memberikan pemahaman mengenai fenomena transidentitas dan respon anak remaja menghadapi transidentitas orang tua.
  • Item
    Verba Derivasional pada Caption Berbahasa Jerman Akun Instagram @kates.diary
    (2023-09-08) ASFIRA FAUZIYYAH; Dewi Ratnasari; Tidak ada Data Dosen
    Bidang penelitian ini adalah morfologi dan semantik. Penulis membahas mengenai pembentukan kata melalui derivasi pada verba bahasa Jerman yang terdapat pada caption berbahasa Jerman akun instagram @kates.diary, lalu membahas klasifikasi semantis pada verba tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengklasifikasikan dan menganalisis verba derivasional yang terdapat pada caption berbahasa Jerman akun instagram @kates.diary dan menganalisis makna pada verba derivasional tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mendeskripsikan dan menganalisis data yang didapatkan sesuai teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan kata melalui derivasi pada verba bahasa Jerman yang terdapat dalam data memiliki jenis derivasi eksplisit, yaitu dengan cara melekatkan afiks pada verba dasar. Pada data yang ada, penulis tidak menemukan verba derivasional yang berjenis derivasi implisit. Verba derivasional yang terdapat dalam data berjumlah 38 data. Adapun klasifikasi semantis pada verba derivasional tersebut dibagi menjadi 3 makna, yaitu (1) verba aktivitas; (2) verba proses; (3) verba keadaan. Setelah verba derivasional yang terdapat dalam data dianalisis berdasarkan makna per kata, didapatkan 31 verba derivasional bermakna aktivitas, 5 verba derivasional bermakna proses, dan 2 verba derivasional bermakna keadaan.
  • Item
    Tematisasi Anoreksia dalam Jugendroman Dann bin ich eben weg Karya Christine Feher
    (2023-10-02) KAMELIA DENASTI; Kamelia Gantrisia; Tidak ada Data Dosen
    Pengakomodasian anoreksia sebagai tema dalam sastra remaja Jerman dimulai sejak tahun 1970-an. Adanya pergeseran paradigma yang terjadi saat itu menempatkan remaja di luar zona aman dan mulai dianggap sebagai bagian dari masyarakat. Sehingga tema tabu mulai diperkenalkan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi permasalahan dalam kehidupan nyata. Skripsi berjudul “Tematisasi Anoreksia dalam Jugendroman ‘Dann bin ich eben weg’ Karya Christine Fehér” ini menganalisis bagaimana anoreksia disajikan secara literaris dalam roman remaja “Dann bin ich eben weg” karya Christine Fehér. Teori yang digunakan yaitu “Handbuch Essstörungen und Adipositas” oleh Herpertz (2008) yang membahas anoreksia dan “Handbuch Kinder- und Jugendliteratur” oleh Kurwinkel dan Schmerheim (2020) untuk menjelaskan tentang roman remaja. Penelitian ini menggunakan metode Themenanalyse yang berfokus pada dua permasalahan, yaitu (1) penanda tema anoreksia dan sarana estetika pembangunnya dalam karya sastra pilihan, (2) pesan dari tematisasi anoreksia dalam karya sastra pilihan. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, diperoleh hasil-hasil sebagai berikut: (1) Penanda tema anoreksia distorsi citra tubuh, kurangnya kepercayaan diri, olahraga berlebih, dan tubuh yang sangat kurus karena obsesi diet disajikan melalui sarana estetika alur, tokoh, penokohan, konstelasi tokoh, latar tempat dan latar waktu, serta sudut pandang; (2) Pesan yang dapat ditarik berkaitan dengan edukasi tentang bahaya anoreksia dan pengobatannya kepada remaja, serta imbauan untuk bersikap bijak terhadap tubuh.
  • Item
    Teknik Penerjemahan Frasa Nomina pada Catatan-Catatan Harry Haller dalam Roman "Der Steppenwolf" Karya Hermann Hesse
    (2023-10-02) SEPTIA RATNA NINGRUM; Genita Cansrina; Tidak ada Data Dosen
    Dalam penerjemahan memahami struktur kalimat dapat memudahkan untuk menerjemahkan dari bahasa sumber ke bahasa sasaran dan frasa nomina merupakan salah satu unsur penting dalam sebuah kalimat. Penelitian ini berjudul “Teknik Penerjemahan Frasa Nomina pada Catatan-Catatan Harry Haller dalam Roman “Der Steppenwolf” Karya Hermann Hesse”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk frasa nomina dalam bahasa Jerman dan teknik penerjemahan yang digunakan oleh penerjemah untuk menerjemahkan frasa nomina pada Catatan-Catatan Harry Haller dalam roman “Der Steppenwolf” serta buku terjemahan bahasa Indonesia. Teori yang digunakan adalah teori Engel (1996) mengenai frasa nomina dalam bahasa jerman dan teori Molina dan Albir (2002) untuk menentukan teknik penerjemahan yang digunakan oleh penerjemah. Metode yang digunakan merupakan metode kualitatif dengan pendekatan sintaksis dan penerjemahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 63 frasa nomina bahasa jerman dengan 42 frasa nomina beratribut prenomina, 5 frasa nomina beratribut posnomina dan 14 frasa nomina beratribut prenomina dan posnomina, serta menggunakan 6 teknik penerjemahan diantaranya amplifikasi, peminjaman, kreasi dirkusif, kesepadanan lazim, penerjemahan harfiah dan reduksi. Frasa nomina dengan atribut prenomina merupakan bentuk frasa nomina yang paling banyak muncul dan teknik penerjemahan harfiah merupakan teknik yang paling banyak digunakan.
  • Item
    HOMONIMI DAN POLISEMI DALAM TIGA BILDERBCHER KARYA PAUL MAAR: KAJIAN SEMANTIK
    (2023-09-30) PUTRI SELVY ROSDIANA; Dewi Ratnasari; Tidak ada Data Dosen
    Penelitian ini mengenai homonimi dan polisemi dalam buku bergambar. Maka dari itu judul penelitian ini adalah “Homonimi dan Polisemi dalam Tiga Bilderbücher Karya Paul Maar: Kajian Semantik”. Tema tersebut terpilih karena meneliti karya sastra menggunakan kajian semantik adalah sebuah tantangan karena apa yang dimaksud penulis dapat berbeda dengan apa yang pembaca baca, sehingga akan menimbulkan banyak pemikiran mengenai makna-makna yang terkandung dalam karya sastra tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaparkan makna jenis homonimi dan polisemi sekaligus memaparkan makna leksikal sesuai dengan makna dalam kamus Duden online dan makna yang terkandung dalam tiga buku bergambar karya Paul Maar tersebut. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori Schwarz dan Chur tahun 2007 dalam bukunya “Semantik Ein Arbeitsbuch” sebagai pedoman dalam menulis penelitian ini. Ditambah dengan teori pendukung dari Busch dan Stenschke dalam bukunya yang berjudul “Germanistische Linguistik: Eine Einführung”, Saeed dalam bukunya yang berjudul “Semantics”. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Setelah penelitian ini dilakukan, terdapat 21 data. Data tersebut yaitu 11 data homonimi dan 10 data polisemi.
  • Item
    Strategi Penerjemahan Nama Diri pada Roman Berbahasa Jerman "MOMO" Karya Michael Ende ke dalam Bahasa Indonesia
    (2023-07-12) TISSA AZZAHRA BALQIS; Cicu Finalia; Tidak ada Data Dosen
    Nama diri pada umumnya melekat pada ciri khas yang terdapat pada nama benda. Dalam hal ini nama diri terbagi menjadi nama orang, nama benda, dan nama tempat. Ciri khas yang terdapat pada nama diri tersebut umumnya sangat dipengaruhi dengan unsur budaya dan bahasa nama tersebut berasal. Hal tersebut menjadi faktor yang melatarbelakangi penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penerjemahan yang digunakan dalam menerjemahkan nama diri yang dipengaruhi dengan budaya Jerman ke dalam bahasa Indonesia, dimana memiliki latar belakang bahasa dan budaya yang sangat berbeda. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif yang menggunakan penggumpulan data yang didapatkan dari teks sumber roman berbahasa Jerman “MOMO“ Karya Michael Ende serta teks terjemahannya dalam bahasa Indonesia dengan judul yang sama. Nama diri yang ditemukan pada penelitian ini sebanyak 16 data yang terdiri dari nama orang, nama benda, dan nama tempat. Penelitian ini menggunakan teori yang dikemukakan oleh Davies (2003) dalam menganalisis strategi penerjemahan yang digunakan, yakni pelestarian, penambahan, penghilangan, globalisasi, pelokalan, transformasi dan penciptaan. Hasil dari penelitian ini menyajikan nama diri dalam bahasa Jerman yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan strategi pelokalan, globalisasi, pelestarian, dan transformasi.
  • Item
    Ideologi Penerjemahan Istilah Budaya kategori Organisasi Sosial dan Politik dalam Buku Antologi Jangan Tulis Kami Teroris ke dalam Bahasa Jerman
    (2023-07-03) SEVTRISA VIRDAYANTI; Genita Cansrina; Tidak ada Data Dosen
    Skripsi ini berjudul “Ideologi Penerjemahan Istilah Budaya Kategori Organisasi Sosial dan Politik dalam Buku Antologi Jangan Tulis Kami Teroris ke dalam bahasa Jerman”. Penulis menganalisis ideologi penerjemahan yang digunakan dalam menerjemahkan istilah budaya kategori organisasi sosial dan politik yang ada dalam teks sumber dan teks sasaran. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku antologi Jangan Tulis Kami Teroris karya Linda Christanty. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan dijelaskan secara deskriptif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan istilah budaya yang termasuk ke dalam kategori organisasi sosial dan politik. Selain itu, untuk mengetahui ideologi penerjemahan yang digunakan dalam menerjemahkan istilah tersebut. Teori yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada teori istilah budaya menurut Espindola & Vasconcellos (2006) dan teori ideologi penerjemahan dari Venuti (1995). Hasil dari penelitian ini diperoleh 33 data yang termasuk ke dalam organisasi sosial dan politik, dengan kategori 3 data yang termasuk organisasi sosial dan 30 data yang termasuk ke dalam organisasi politik. Data tersebut terbagi ke dalam beberapa prosedur penerjemahan di antaranya penerjemahan literal 4 data, transferensi 2 data, kuplet 8 data, glosarium 18 data dan accepted standard translation 1 data. Terdapat 6 data yang menunjukkan ideologi foreignisasi dan 27 data yang menunjukkan ideologi domestikasi. Berdasarkan prosedur penerjemahan yang paling banyak ditemukan, dapat disimpulkan bahwa ideologi penerjemahan yang paling dominan digunakan untuk menerjemahkan istilah budaya kategori organisasi sosial dan politik dalam buku antologi Jangan Tulis Kami Teroris ke dalam bahasa Jerman adalah ideologi domestikasi.
  • Item
    TINDAK TUTUR REPRESENTATIF PADA KOLOM KOMENTAR DALAM AKUN INSTAGRAM @FAKTASTISCH DENGAN TOPIK UNGGAHAN HARI PERINGATAN
    (2023-07-20) SITI NOER AZIZAH; Dian Ekawati; Tidak ada Data Dosen
    Penelitian ini berjudul “Tindak Tutur Representatif pada Kolom Komentar dalam Akun Instagram @faktastisch dengan Topik Unggahan “Hari Peringatan””. Tindak tutur merupakan salah satu hal yang penting bagi manusia dalam berkomunikasi. Bentuk manusia berkomunikasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui media sosial Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tindak tutur representatif dan mengetahui penggunaan strategi tindak tutur langsung dan tidak langsung yang digunakan oleh pengguna Instagram pada kolom komentar Instagram @faktastisch. Teori yang digunakan adalah teori tindak tutur representatif dari Searle (dalam Hindelang, 2010) dan teori strategi tindak tutur dari Yule (1996). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 6 jenis tindak tutur representatif yaitu sepuluh (10) tindak tutur representatif mengklaim, enam (6) tindak tutur representatif melaporkan, tiga belas (13) tindak tutur representatif memberitahukan, enam (6) tindak tutur representatif menentukan, lima (5) tindak tutur representatif mendeskripsikan, enam (6) tindak tutur representatif memprediksi. Kemudian, strategi tindak tutur langsung merupakan strategi tindak tutur yang paling sering digunakan oleh pengguna Instagram dan ditemukan sebanyak 36 data. Sementara itu, penggunaan strategi tindak tutur tidak langsung sebanyak 10 data.
  • Item
    Diskriminasi Terhadap Perempun dalam Lima Lirik Lagu Deutschrap Pada Tahun 2011-2019
    (2024-01-08) NAJLA ANNISA VIANNY; Kamelia Gantrisia; Tidak ada Data Dosen
    Diskriminasi merupakan suatu sikap, perilaku, maupun tindakan yang mencerminkan ketidakadilan yang dilakukan secara sengaja terhadap individu maupun suatu kelompok berdasarkan karakteristik yang diwakilkannya. Di Jerman isu diskriminasi terhadap perempuan menjadi isu hangat dengan munculnya kampanye daring dengan tagar #aufschrei untuk melawan prasangka dan diskriminasi terhadap perempuan dalam kehidupan sehari-hari. Deutschrap adalah salah satu bentuk musik paling sukses di Jerman yang kerap menggunakan lirik yang vulgar dan secara terang-terangan menyampaikan diskriminasi terhadap perempuan di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis penanda dan sarana estetika yang membangun penggambaran diskriminasi terhadap perempuan dalam kelima lirik lagu pilihan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis tema atau Themenanalyse. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat lima bentuk diskriminasi terhadap perempuan yang tersajikan dalam kelima lirik lagu pilihan, yaitu marginalisasi, subordinasi, stereotipe, kekerasan dan beban ganda. Bentuk diskriminasi terhadap perempuan yang paling banyak tersajikan dalam kelima lirik lagu pilihan adalah subordinasi. Subordinasi merupakan penilaian mengenai posisi dan peran yang dilakukan oleh satu jenis kelamin, dalam hal ini perempuan, lebih rendah dari yang lain. Selain itu, mengacu pada hasil identifikasi bentuk diskriminasi terhadap perempuan dan sarana estetika yang menjadi pembangunnya, penulis kemudian mendapatkan gagasan terkait diskriminasi terhadap perempuan yang terkandung pada kelima lagu pilihan. Dari analisis tersebut ditemukan dua gagasan yaitu kompleksitas yang dihadapi perempuan dalam lingkungan sosial dan idealisasi femininitas pada perempuan.
  • Item
    Padanan Partikel Schon dalam Roman Gut gegen Nordwind Karya Daniel Glattauer dari Bahasa Jerman ke dalam Bahasa Indonesia
    (2023-10-02) PUTRI AMELIA RAZAK; Genita Cansrina; Tidak ada Data Dosen
    Penelitian ini mengkaji tentang padanan partikel „schon” dalam Roman „Gut gegen Nordwind” karya Daniel Glattauer beserta terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan jenis partikel „schon” yang terdapat dalam Roman „Gut gegen Nordwind” karya Daniel Glattauer dan juga mendeskripsikan padanan partikel „schon” berdasarkan fungsinya pada Roman „Gut gegen Nordwind” karya Daniel Glattauer yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Objek penelitian ini adalah satuan lingual berbahasa Jerman yang mengandung partikel „schon” dalam Roman „Gut gegen Nordwind”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan pragmatik serta analisis data menggunakan teori yang diusulkan Helbig-Buscha (1996), juga untuk mendeskripsikan padanan partikel „schon” bahasa Jerman dalam bahasa Indonesia berdasarkan teori Métrich (1998) dan Kridalaksana (2008) mengenai kesamaan tanda-tanda antara partikel „schon” dalam bahasa Jerman dengan kategori fatis dalam bahasa Indonesia. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa secara keseluruhan ditemukan 89 data partikel „schon” dalam Roman Gut gegen Nordwind yang terbagi menjadi 2 jenis partikel yaitu: Abtönungspartikel dan Gradpartikel. Kemudian ditemukan partikel „schon” dan bentuk padanannya dalam bahasa Indonesia dalam Roman Hembus Angin Utara dibagi dalam 3 kelompok yaitu: (1) Partikel „schon” dipadankan dengan bentuk partikel fatis dalam bahasa Indonesia : -kah, -lah dan ya (2) Partikel „schon” dipadankan dengan bentuk diluar kategori fatis: kini, memang (3) Partikel „schon” yang tidak memiliki padanan dalam bahasa Indonesia.
  • Item
    KESEPADANAN KALIMAT TANYA TOKOH RAN PADA KOMIK "EGGNOID" DARI BAHASA INDONESIA KE DALAM BAHASA JERMAN
    (2023-10-02) DEVINA TIARA PUTRI; Dewi Ratnasari; Tidak ada Data Dosen
    Skripsi yang berjudul “Kalimat Tanya Tokoh Ran dalam Komik “Eggnoid” dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Jerman” ini membahas tentang jenis-jenis kalimat tanya dan padanannya dalam bahasa Jerman. Dalam penelitian ini, peneliti akan fokus pada jenis kalimat tanya dan padanannya dalam TL pada tokoh komik Ran’s Eggnoid episode 1-12. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap jenis kalimat tanya apa saja yang terdapat dalam komik Eggnoid dan padanannya dalam Bahasa sasaran. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Kalimat Tanya oleh Helbig & Buscha (1996) dan teori Catford (1965) untuk kesepadanan bentuk kalimat dalam terjemahan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dari korpus dikumpulkan, dianalisis, diklasifikasikan dan kemudian disimpulkan. Hasil penelitian ini ditemukan 47 data, 26 diantaranya merupakan kalimat tanya dengan kata tanya sedangkan 21 data sisanya termasuk dalam kalimat tanya tanpa kata tanya. Ditemukan pula 5 data yang tidak memiliki kesepadanan dan sebanyak 42 data memiliki kesepadanan.
  • Item
    KESEPADANAN PENERJEMAHAN EBEN DALAM NOVEL MOMO KARYA MICHAEL ENDE DARI BAHASA JERMAN KE DALAM BAHASA INDONESIA
    (2022-07-28) INDIRA ALINGGA VIVA ADINDA; Genita Cansrina; Tidak ada Data Dosen
    Penelitian ini mengkaji tentang kesepadanan kata eben sebagai partikel dari bahasa teks sumber bahasa Jerman dan bahasa teks sasaran bahasa Indonesia pada novel “Momo” karya Michael Ende. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan ciri-ciri partikel eben yang muncul dalam berbagai jenis dan mendeskripsikan padanan partikel eben dalam bahasa Indonesia. Objek penelitian ini adalah satuan lingual berbahasa Jerman yang mengandung partikel eben dalam novel bahasa Jerman “Momo” karya Michael Ende dan padanannya dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan menggunakan pendekatan semantis, sintaksis dan penerjemahan. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teori fungsi partikel eben: Gradpartikeln, Abtönungspartikeln, Antwortpartikeln dari Hans Altman (1978), teori ciri partikel dari Helbig-Buscha (2001), dan teori Denotativ Äquivalenz dari Werner Koller (2004). Hasil penelitian ini menyatakan bahwa secara keseluruhan ditemukan 42 data pertikel eben. Perbedaan ciri antar jenis partikel eben tidak terlalu berbeda dan relatif sama secara sintaksis, sedangkan ciri partikel eben secara semantis dibagi menjadi tujuh jenis, yaitu: (5) eben1, menggambarkan suatu keadaan yang berkaitan dengan masalah sebelumnya, (1) eben2, melemahkan negatif, (13) eben3, penegas dalam suatu ungkapan yang bersifat definitif dan valid, (19) eben4, pembenaran atau penjelasan yang jelas dari kalimat sebelumnya, (1) eben5, pernyataan generalisasi, (1) eben6, sebagai solusi dari suatu masalah, (2) eben7, jawaban positif persetujuan pembicara. Padanan partikel eben dalam bahasa indonesia dibagi dalam 3 kelompok yaitu: (3) Partikel eben dipadankan dengan bentuk partikel bahasa Indonesia: pun, lagi, (11) Partikel eben dipadankan dengan bentuk diluar kategori partikel bahasa Indonesia: Justru, pasti, malah, akan, pokoknya, yang, memang begitu, (28) Partikel eben tidak memiliki padanan dalam bahasa Indonesia.